Tuesday, March 10, 2015

KESETIAAN KEPADA IBADAH TANGGUNGJAWAB SETIA MUKMIN (BHG.2)

 (Disiarkan pada 6.3.2015
Ilmu dan amal bagikan gulai dengan garam yang tidak boleh dipisah antara keduanya untuk mendapat rasa masakan yang enak sesuai dengan cita rasa manusia. Ini bermakna ada gulai tanpa garam tidak ada manfaatnya begitu jugalah dengan garam tanpa gulai manfaatnya lebih kurang sama. Keadaan demikian serupa antara ilmu dan amal. Kita beramal semestinya dengan ilmu. Ilmu itu ada manfaatnya kepada kita jika disertai dengan amal.
 Mengamalkan lima kalimah al-Qur’an menjadi pokok pemangkin kepada ibadah-ibadah dalam menyemarakkan akidah Islam. Lima kalimah berkenaan seperti Alhamdulillah, Allahu Akbar, Subhanallah, lailaha illah dan lahaula wal quwwata illa billah, secara istiqamah dalam hidup mempunyai manfaat yang amat besar kepada orang yang mengamalkannya. Pengaruh kepada kesetiaan ibadah  kepada Allah memantapkan keimanan dan kecintaan kepada-Nya kelak menjadi pemangkin kepada keikhlasan dan kejujuran dalam segala amal ibadah.
Kalimah ketiga setelah kita membincangkan kalimah pertama dan kedua sebelum ini dalam urutan kelima-lima kalimah berkenaan ialah “subhanallah” yang membawa maksud “Maha Suci Allah”. Kalimah ini dinamai tasbih. Mensucikan Allah bermaksud menjauhkan dan membersihkan diri kita dari anggapan-anggapan yang tidak baik terhadap Allah. Allah Maha Suci bererti Allah tidak lemah, bukan hodoh, bukan bodoh, bukan kejam. Apa sahaja kejadian di dunia ini, tidak ada yang menunjukkan Tuhan bodoh, kejam, lemah, salah. Allah Maha Suci dari segala sifat-sifat yang tidak baik itu.
Semua yang terjadi itu sekali pun kelihatannya tidak indah, tidak baik, tetapi pasti ada hikmah dan faedahnya bagi manusia. Terjadi kegagalan, agar manusia lebih  berhati-hati, tidak sombong. Orang jatuh sakit agar berhati-hati menjaga kesihatan, jangan sebarangan tidak kesah semasa masih sehat dan kuat.
Bersihkan diri kita dari perasaan mengomel terhadap semua kejadian-kejadian yang tidak kita senangi itu, apalagi mempersalahkan Allah yang bertanggungjawab segala kejadian di alam mayah ini. Jangan mengomel kalau hujan terus menerus, atau terlalu kekeringan, hujan ta’ pernah turun.
Tetapi berdoalah agar hujan turun. Ucapkanlah subhanallah sebanyak-banyaknya. Dalam hidup kita dengan diiringi pengertian yang sedalam-dalamnya tentang erti kalimah suci tersebut. Jangan asal sekadar diucapkan saja. Kalimah subhanallah mempunyai pengaruh yang amat kuat kepada segala kejadian dan permasalahan agenda dunia. Segala kewujudan serta kejadian makhluk Allah yang  ada di alam ini sama ada yang hidup atau tidak, sama ada yang nyata mahupun yang ghaib  adalah atas perogatif Allah mewujudkannya. Kemanfaatannya kepada kehidupan semua itu adalah kekuasaan Allah S.W.T. untuk memperuntukannya.
Kalimah yang keempat ialah “La Ilaha Illallah”. “TiadaTuhan Selain Allah”. Kalimah ini dinamai tahlil atau kalimah tauhid, ertinya mengesakan Allah. Kalimah ini menegaskan sejelas-jelasnya bahawa segala, patung, gambar, semua binatang, semua manusia, bintang dan planet itu bukan Allah, tidak boleh dikatakan Allah, tidak pantas disembah. Begitu juga semua pokok kayu, gunung, petir, kilat, jin, dewa,  bukan Tuhan. Semua itu makhluk ciptaan Allah. Tuhan hanya Allah. Satu, Tunggal, tidak ada  Tuhan selain Allah itu.
Setiap kita mengucapkan kalimah ini dengan penuh pengertian, akan tertanamlah di jiwa kita keesaan Allah (tauhid),  akan lenyap dari batin kita perasaan syirik. Syrik ada besar dan ada syirik kecil. Syrik besar ialah percaya Tuhan lebih daripada satu. Termasuklah syrik besar menyembah patung, gunung, petir atau binatang.
Yang dikatakan syrik kecil bukan percaya tuhan lebih dari satu atau atau menyembah
patung dan sebagainya, tetapi menaruh perasaan takut, hormat atau harapan dari sesuatu selain
dari Tuhan, seperti terhadap keris, permata, cincin, tempat-tempat yang dihinggap keramat atau kuburan. Setiap orang boleh punyai keris, permata, cincin apa lagi keris pusaka, boleh dipelihara tetapi tidak boleh menaruh rasa, hormat atau harapan apa-apa kepadanya.
               Sebahagian orang Islam mengucapkan kalimat tauhid (tahlil) itu bersama-sama sampai berpuluh atau beratus kali (bertahlil). Itu baik saja asal dilakukan dengan penuh pengertian dan kesedaran tentang ertinya, dengan tujuan agar semua perasaa syirk dan takut kepada selain Allah dapat dilenyapkan dari hati atau perasaan kita.
Kalimah yang ke lima ialah: “la haula wala quwwata illa billah.”  Ertinya “Tiada daya dan tiada ada kekuatan kecuali dengan Allah”. Semua daya dan semua kekuatan yang ada pada diri seseorang itu pada hakikatnya adalah daya dan semua kekuatan Allah, yang dipinjamkan Allah kepada kita
Kekuatam atau daya itu bila-bila sahaja dapat dicabut oleh Allah, sehingga seorang yang mulanya kuat menjadi ta’ punya daya dan kekuatan sama sekali. Misalnya bila seseorang jatuh sakit, dapat penyakit reumatik atau lumpuh sama sekali, tidak ada daya dan kekuatannya lagi. Deria melihat hanya merenung apa yang dilihat tetapi tidak ada keupayaannya lagi untuk beramal.
Bukan saja kekuatan jasmani, tetapi juga kekuatan jiwa atau rohani, kemampuan berfikir, kecekapan atau kepintaran dalam segala bidang, semuanya pada hakikat adalah kepunyaan Allah yang dipinjamkan kepada siapa-siapa yang dikehendki-Nya dari hamba-Nya.juga pada bila-bila masa dapat dicabut oleh Allah.
Kalimah ini menanamkan rasa berserah diri kepada  Allah (tawakkal). Perasaan berserah diri atau tawakkal ini sering difahami orang-orang yang kurang dalam pengertian tentang Tuhan dengan sikap apatis yang sangat diejek oleh orang-orang yang anti agama (Islam). Perasaan tawakkal yang sebenarnya adalah perasaan pantang mengalah, pantang berputus asa, berjuang dan berjihad terus dalam keadaan bagaimana pun. Contohnya ialah Rasulullah saw  dan para sahabat beliau.
Di medan perang, sekali pun kita sedikit dan musuh banyak, jangan mundur atau putus asa, siapa tahu dengan jumlah yang sedikit itu bila Allah memberikan kekuatan jasmani dan rohani yang besar pasti dapat mengalahkan musuh yang banyak yang lemah jiwa dan penakut.
Firman Allah surah Ali’Imran ayat 3:156:
“Wa syawirhum fil amri, fa iza ‘azamata fa tawakkal ‘alallah, innallaha yuhibbul mutawkkilin”
Bermaksud:“Bermusyawarahlah dengan mereka dalam mengurus mereka, dan bila engkau sudah memutuskan (sesudah mesyawarah), maka bertawakkal kepada Allah, sungguh Allah senang terhadap orang-orang yang tawakkal itu”.
Demikianlah bunyi dan erti dari lima kalimah besar yang diajarkan Allah dalam Kitab Suci-Nya agar kita pelajari dan laksanakan sebaik-baiknya. Biasakanlah di waktu-waktu yang senggang berzikir dengan menyebut kalimah-kalimah tersebut di atas dengan disertai pengertian penuh dan keyakinan akan kebenarannya.
Biasakanlah diri membaca ayat-ayat Kitab Suci Al-Qur’an dalam hidup kita, faedahnya amat besar, bila semua itu kita lakukan dengan penuh pengertian, jangan asal sebut atau baca saja. Pantaslah kalau ratusan buku yang memenuhi almari buku saudara, semuanya saudara baca dan pelajari, sedangkan saudara ta’ pernah membaca dan mempelajari Kitab Suci yang berisi Kalam (perkataan) Allah, iaitu ilmu yang landsung dikirimkan Allah dengan perantaaan Malaikat-Nya kepada utusan-Nya yang terakhir, Muhammad shallalahu alahi wasalam. Bila demikian berlaku bererti saudara terlalu tinggi menilai buku-buku karangan manusia, dan terlalu rendah menilai Kitab Suci yang diturukan oleh Allah. Sedarilah kekeliruan saudara yang terlalu
menyolok ini!
               Berzikir ertinya menyebut dan mengingat Allah. Memuji, mensucikan dan mengaggung kan Nama Allah, sambil bermohon kepada-Nya. Allah amat senang nama-Nya disebut, diingat dan diagungkan. Allah amat senang terhadap manusia dan hamba-hamba-Nya yang di dalam hidupnya, di samping berjuang mencari keperluan hidup, harta dan benda, juga mengadakan kesempatan dalam waktu-waktu tertentu untuk mengingati dan menyebut-nyebut nama Allah, mengagungkan atau memuji Allah yang menciptakan seluruh harta benda yang dicari dan diperolehi manusia.   
               Disebaliknya Allah sangat benci dan murka terhadap mnusia yang selama hidupnya hannya mengingat dan menyebut benda belak, tidak pernah menyebut dan mengingat Allah, Tuhan yang menciptakan segala benda atau harta itu.
               Cobalah kita fikirkan dengan tenang: Pantaskah gerangan bila kita manusia begitu mengagumi, menghormati dan menghargakan sebuah lukisan kerana indahnya, tetapi kita tidak menghargakan sama sekali terhadap orang yang melukisnya?
               Pantaskan kalau ada seorang pemuda begitu cinta, patuh dan taat terhadap seorang pemudi yang menjadi jantung hati, pujaan dan kekasihnya, sehingga hanya dengan memandang pemudi itu saja dia merasa bahagia, sehingga pemudi itu selalu diingat dan disebutnya, dalam pada itu pemuda tadi lupa sama sekali terhadap Tuhan yang menciptakan pemudi kecintaannya itu?
               Pantaskan kiranya kaya begitu cinta terhadap wang, harta dan Mercedes Benz saja, dan ia sama sekali tidak pernah ingat dan menyebut Nama Allah yang menciptakan sumber segala wang, kekayaan dan auto itu? Pantaskan seorang pemimpin bangsa dan tanah air begitu cinta terhadap bangsa dan tanah airnya, sehingga ia sanggup keluar masuk bui atau penjara untuk membela bangsa dan tanah air, tetapi ia lupa sama sekali kepada Tuhan yang menciptakan bangsa dan tanah air yang dicintai itu?
               Disinilah letak cacat peradaban dan kebudayaan manusia dari dulu sampai sekarang. Masih terlalu banyak manusia yang katanya beradab yang lebih mencintai lukisan daripada pelukisnya, mereka menghagai sebuah lukisan lebih dari pelukusnya. Mereka lebih mencintai kekasih, harta, auto dan benda daripada Tuhan yang menciptakan semua.
               Di sini letak cacat sejarah manusia, cacat peradaban dan kebudayaan manusia, cacat akal dan fikiran manusia. Di sini letak cacat kemanusiaannya, manusia yang katakanya berperi- kemanusiaan. Manusia diberi  kesempatan hidup sebentar di dunia, lalu menjadi gila dunia, lupa Tuhan.
               Adalah tugas dan kewajiban suci bagi kita untuk menyeruhkan kepada semua manusia, agar mereka kembali ingat kepada Tuhan yang telah menciptakan diri mereka masing-masing dan alam serta seluruh isinya ini.
               Kepada saudara yang mendapat kesempatan membaca uraian ini, baik lelaki atau wanita, dewasa atau remaja bicara minda berseru, agar saudara yang sudah turut mendapat kesempatan hidup sebentar di dunia ini, jangan sampai lupa kepada Tuhan. Ingat jualah Tuhan itu, sebut-sebutlah nama-Nya, pujilah Tuhan itu di samping memuji anak isteri, kekasih dan harta serta pangkat saudara. Tundukkan kepada Tuhan di samping tunduk kepada semua macam aturan atau peraturan.
               Firman Allah Surah Al-Ahzab ayat 33:41
               “Ya ayyuhallazhina aman zhkurullaha zhikran katsiran. Wa shabbihuhu bukratan wa
ashila.”
Ertinya “Wahai orang-orang yang beriman, ingalah Allah sebanyak-banyaknya. Dan agungkanlah Ia diwaktu pagi dan petang.”
               Harus ingat, kalau Allah menyeruh kita banyak-banyak mengingati-Nya, itu adalah semata-mata untuk kebaikan kita sendiri kerana bila masa dan dimana saya ingat akan Allah, Allah pasti ingat akan kita. Diingat oleh Allah pasti akan tenang jiwa kita, lunak kalbu, dan  terhindar kita dari bahaya.
               Begitu besar faedah dan kegunaannya mengingat Allah. Jangan mengaggap mengingat Allah itu kurang penting dan manfaatanya kepada pembangunan diri. Malah jika kita sentiasa ingat akan Allah maka Allah akan sentiasa mengingati kita kelak menjadi urusan ibadah kita akan dimudahkan dan sentiasa mendapat perlindungan dari-Nya.
               Firman  Allah Surah Al- Baqarah ayat 2:152:
               “Fazhkuruni azhkurkum, wa sykuru li wa la takfurun.”
Ertinya: “Ingatlah kamu akan Daku, Aku pasti ingat akan kamu, dan bersyukurlah kamu kepada Ku, janganlah kamu kufur (ta’ pandai membalas budi, atau berterima kasih),”

               Orang yang mengingati Allah dengan mentaati-Nya, Allah akan mengingatinya dengan bantuan-Nya. Orang yang mengingati Allah pada masa lapang hidupnya dan sedang menikmati rezeki-Nya, Allah mengingatinya pada masa kesusahannya dan kemalangannya. Orang yang mengingati Allah dengan berhati ikhlas, Allah akan mengingatinya dengan menjanjikan syurga dan keredhaan-Nya.

No comments:

Post a Comment